BAB I
PENDAHULUAN
 
  1. A. Latar Belakang Masalah
Sebelum kedatangan agama Islam yang di bawah oleh Nabi Muahammad s.a.w. di kota Makkah. Kehidupan masyarakatnya adalah sangat buruk sekali sehingga dikenali sebagai Zaman Jahiliyah. Perkataan Jahiliyah itu sendiri adalah membawa maksud bodoh dan sesat. Antara ciri-ciri zaman ini ialah zaman yang tidak mempunyai nabi dan kitab suci sebagai panduan, tidak mempunyai peradaban yang tinggi, tidak berakhlak seperti angkuh dan sombong dan masyarakatnya hidup dalam keadaan jahil dan buta huruf.[1] Oleh itu, Allah S.W.T. telah mengutus Nabi Muhammad s.a.w. yang merupakan nabi dan rasul terakhir bagi membawa manusia supaya dapat mengenal Allah S.W.T. yang merupakan Tuhan Yang Maha Esa dengan segala sifat-sifat kesempurnaan-Nya yang menciptakan manusia, jin dan sekalian makhluk yang ada di bumi ataupun di langit.[2].
1
Sejarah merupakan suatu rujukan yang sangat penting saat kita akan membangun masa depan. Sekaitan dengan itu kita bisa tahu apa dan bagaimana perkembangan islam pada masa lampau. Namun, kadang kita sebagai umat islam malas untuk melihat sejarah. Sehingga kita cenderung berjalan tanpa tujuan dan mungkin mengulangi kesalahan yang pernah ada dimasa lalu. Disnilah sejarah berfungsi sebagai cerminan bahwa dimasa silam telah terjadi sebuah kisah yang patut kita pelajari untuk merancang serta merencanakan matang-matang untuk masa depan yang lebih cemerlang tanpa tergoyahkan dengan kekuatan apa pun.
Perkembangan Islam pada zaman Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabat adalah merupakan Agama Islam pada zaman keemasan, hal itu bisa terlihat bagaimana kemurnian Islam itu sendiri dengan adanya pelaku dan faktor utamanya yaitu Rasulullah SAW. Kemudian pada zaman selanjutnya yaitu zaman para sahabat, terkhusus pada zaman Khalifah empat atau yang lebih terkenal dengan sebutan Khulafaur Rasyidin, Islam berkembang dengan pesat dimana hampir 2/3 bumi yang kita huni ini hampir dipegang dan dikendalikan oleh Islam. Hal itu tentunya tidak terlepas dari para pejuang yang sangat gigih dalam mempertahankan dan juga dalam menyebarkan islam sebagai agama Tauhid yang diridhoi. Perkembangan islam pada zaman inilah merupakan titik tolak perubahan peradaban kearah yang lebih maju. Maka tidak heran para sejarawan mencatat bahwa islam pada zaman Nabi Muhammad dan Khulafaur Rasyidin merupakan islam yang luar biasa pengaruhnya. Namun yang terkadang menjadi pertanyaan adalah kenapa pada zaman sekarang ini seolah kita melupakannya. Sekaitan dengan itu perlu kiranya kita melihat kembali dan mengkaji kembali bagaimana sejarah islam yang sebenarnya.
Menelusuri sejarah pendidikan islam tentu saja harus dimulai dari awal munculnya agama Islam pada masa Rosulullah SAW karena disitulah pondasi seluruh nilai-nilai peradaban islam.
Pada masa kenabian Muhammad SAW akan kita jumpai bagaimana perjuangan Rosulullah dalam menyebarkan agama Islam dan bagaimana pula rintangan yang harus beliau lalui hingga saat ini kita bisa merasakan nikmatnya Islam. Dari sinilah kita dapat mengetahui betapa beratnya nabi Muhammad SAW melakuakn dakwah guna meluruskan nilai-nilai mopral yang telah hilang pada masa itu yang akibat perjuangan nabi SAW tersebut dapat kita rasakan sekarang ini. Rosulullah untuk membina ummat manusia kearah yang lebih baik yang dibedakan ke dalam dua tahap yaitu tahap pertama  sebelum nabi hijrah ke Madinah yaitu di Mekkah dan tahap kedua yaitu ketika beliau hijrah dan tinggal di Madinah.
Dari uraian diatas akhirnya dapat diambil kesimpulan yang merupakan tindak lanjut pemecahan permasalahan tersebut dalam sebuah skripsi yang berjudul : “PENGARUH HIJRAH NABI MUHAMMAD SAW TERHADAP PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM”.
  1. B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka secara rinci masalah tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut :
  1. Bagaimana peradaban Islam pada masa nabi Muhammad SAW
  2. Bagaimana latarbelakang hijrah nabi Muhammad SAW
  3. Bagaimana kondisi masyarakat Yasrib sebelum dan sesudah kedatangan nabi Muhammad SAW.
  4. Bagaimana pengaruh hijrah nabi Muhammad SAW terhadap perkembangan pendidikan Islam.
  1. C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan perumusan masalah diatas, maka tujuan pada penelitian ini adalah :
  1. Untuk mengetahui bagaimana peradaban Islam pada masa nabi Muhammad SAW
  2. Untuk mengetahui bagaimana latar belakang hijrah nabi Muhammad SAW
  3. Untuk mentahui bagaimana kondisi masyarakat Yasrib sebelum dan sesudah kedatangan nabi Muhammad SAW.
  4. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh hijrah nabi Muhammad SAW terhadap perkembangan pendidikan Islam.
 
  1. D. Kerangka Pemikiran
Para ahli bahasa berbeda pendapat dalam mengartikan kata “hijrah” namun kesemuanya berkesimpulan bahwa hijrah adalah menghindari/menjauhi diri dari sesuatu, baik dengan raga, lisan dan hati. Hijrah dengan raga berarti pindah dari suatu tempat menuju tempat lain, seperti firman Allah, “dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur mereka” (An-Nisa: 34), dan hijrah dengan lisan berarti menjauhi perkataan kotor dan keji, seperti firman Allah, “Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik” (Muzammil: 10), sementara hijrah dengan hati berarti menjauhi sesuatu tanpa menampakkan perbuatan, seperti firman Allah, “Berkatalah Rasul: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan’ “. (Al-Furqan: 30). Dan bisa juga berarti dengan semuanya, seperti firman Allah, “dan perbuatan dosa, maka jauhilah” (Al-Muddatstsir: 5)
Adapun makna hijrah menurut Al-Qur’an memiliki beberapa pengertian, dimana kata hijrah disebutkan dalam Al-Qur’an lebih 28 kali di dalam berbagai bentuk dan makna; ada dalam bentuk kata kerja untuk masa lampau yaitu sebanyak 12 kali, atau kata kerja untuk masa sekarang dan akan datang yaitu sebanyak 3 kali, atau dalam bentuk perintah sebanyak 6 kali, masdar (kata keterangan) yaitu sebanyak 1 kali, ataupun dalam bentuk subyek, yaitu sebanyak 6 kali, baik dalam bentuk singular 1 kali atau plural umum 4 kali atau khusus wanita 1 kali.
Adapun urgensi dari hijrah ini sangatlah besar, dimana suatu komunitas tidak akan menjadi baik kalau setiap individu yang ada dalam komunitas tersebut telah rusak, namun sebaliknya; baiknya suatu komunitas bergantung kepada individu itu sendiri. Karena -dalam rangka membentuk komunitas yang bersih, taat kepada Allah dan syariat-syariat-Nya- pengkondisian sisi internal melalui pembersihan jiwa dan raga dari segala kotoran, baik hissi (bathin) dan zhahiri (tampak) merupakan hal yang sangat mendasar sekali sebelum melakukan perbaikan terhadap sisi external.
Penghijrahan Rasulullah s.a.w ke Madinah ini menjadi satu harapan baru dalam menyebarkan agama  Islam. Rasulullah s.a.w sampai di Madinah pada 12 Rabiulawal 1 H. yang bersamaan 20 september 622 M. dan sempat membina sebuah masjid yang dikenali sebagai Masjid Quba’.[3] Kota Madinah terletak kira-kira 200 batu ke utara Kota Makkah dan semasa Rasulullah s.a.w. sampai sahaja di Madinah, Rasulullah s.a.w. telah disambut dengan baik dan dengan penuh kebesaran oleh penduduk Madinah.[4] Kaum Muslimin yang berhijrah ke Madinah dikenali sebagai kaum Muhajirin dan kaum Muslimin yang ada di Madinah dikenali sebagai kaum Ansar. Kaum Muhajirin yang berhijrah ke Madinah pada ketika itu telah banyak mengalami penderitaan, penyeksaan dan kemiskinan semasa berada di Makkah. Mereka terpaksa berhijrah ke Madinah tanpa membawa keperluan apa-apa dan ianya serbah kekurangan kerana mereka telah meninggalkan keluarga, harta, pangkat dan kerajaan mereka di Makkah bagi menyelamatkan keimanan dan ketakwaan meraka untuk taat perintah Allah S.W.T.  bersama kekasih-Nya Rasulullah s.a.w..[5]
Oleh hal yang sedemikian, Rasulullah s.a.w. telah mengambil langkah untuk mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan Ansar. Seterusnya, Rasulullah s.a.w. sendiri mempersaudarakan diriNya dengan Ali, Abu Bakar dengan Kharjah bin Zaid, Umar dengan Utban, Abdullah bin Masu’d dengan Muaz bin Jabal, Mus’ab dan banyak lagi. Hal ini bertujuan untuk membina rasa kasih sayang antara satu dengan lain iaitu antara kaum Muhajirin dan Ansar sehingga kaum Ansar sanggup berkorban untuk berkongsi apa sahaja hak mereka sendiri dengan kaum Muhajirin kerana mengaggap diri mereka telah bersaudara.[6] Selain dari kaum Ansar di Madinah tedapat juga kaum lain seperti kaum Yahudi. Tetapi Rasulullah s.a.w. tetap menghormati mereka, memberi kebebasan untuk menganut agama dan mengamalkan agama mereka. Rasulullah s.a.w. telah menggabungkan kaum Yahudi ini dengan kaum Muhajirin dan Ansar tadi dalam membentuk perpaduaan ummah dan mempunyai tanggungjawab untuk mempertahankan negara Islam yang dibina oleh Rasulullah s.a.w. sepertimana yang terkandung dalam Piagam Madinah.[7]
Penghijrahan Rasulullah s.a.w  daripada Makkah ke Madinah pada tahun  622 M. ini terbukti bahawa telah memberi pelbagai kepentingan kepada Ummat Islam dan perkembangan pendidikan Islam. Selain itu, penghijrahan ini juga telah menunjukkan bahawa tempat permulaan dalam mengembangkan Islam sebelum berkembangnya Islam dengan pesat keseluruh dunia selepas kewafatan Rasulullah s.a.w. pada tahun 632 M  yang telah diteruskan oleh beberapa zaman seperti Zaman al-Khulafa’ al-Rashidin, Zaman Bani Umaiyyah, Zaman Bani Abbasiyah dan Zaman Uthmaniah. Hal ini kerana untuk membawa semua manusia mengenali, mentaati perintah dan meniggalkan larangan Allah S.W.T lewat pemahaman pendidikan Islam yang diajarkan oleh Rosulullah saw kepada ummatnya.
  1. E. Metodelogi Penelitian
Di dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif. Hal ini merupakan salah satu jenis metode yang menitikberatkan pada penalaran yang berdasarkan realitas sosial secara objektif.
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah liberary research (kajian pustaka), yaitu jenis penelitian yang menjadikan data-data kepustakaan sebagai teori untuk dikaji dan di telaah dalam memperoleh hipotesa dan konsepsi untuk mendapatkan hasil yang objektif. Dengan jenis ini informasi dapat diambil secara lengkap untuk menentukan tindakan ilmiah dalam penelitian sebagai instrumen penelitian memenuhi standar penunjang penelitian (Subagyo, 1999: 109).
Peneliti dalam jenis penelitian ini mengambil asumsi-asumsi yang di dasarkan pada data- data yang mendukung untuk memperoleh wawasan kreatif dan imajinatif. Hal ini sebagai bentuk komparasi terhadap satu konsepsi pemikiran dengan yang lain secara produktif dengan tidak meninggalkan dasar ilmiah.
Dalam liberary reseach peneliti lebih terfokus dan berhadapan langsung dengan teksliteratur yang relevan tanpa mencari data kemana-mana. Sehingga peneliti hanya melakukan penelitian melalui literatur-literatur yang ada di perpustakaan (Zed, 2004: 4).
2. Pendekatan Penelitian
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu jenis pendekatan penelitian yang tidak melibatkan perhitungan (Moleong, 2001: 2), atau diistilahkan dengan penelitian ilmiah yang menekankan pada karakter alamiah sumber data. Sedangkan menurut Bagdan dan Taylor dalam buku panduan STAIN “pendekatan kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati” (2002:19)
Metode kualitatif digunakan berdasarkan pertimbangan apabila terdapat realitas ganda lebih memudahkan penelitian dan dengan metode ini penajaman pengaruh dan pola nilai lebih peka disesuaikannya. Sehingga objek penelitian dapat dinilai secara empirik melalui pemahaman intelektual dan argumentasi logis untuk memunculkan konsepsi yang realistis (Moleong, 2001: 5). Berbeda dengan penelitian kuantitatif yang bekerja berdasarkan pada perhitungan prosentasi, rata-rata dan perhitungan statistik lainnya.
3. Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif yang bersifat tektual berupa konsep dan tulisan. Aspek-aspek yang akan diteliti adalah seputar apa dan bagaimana definisi, konsep, persepsi, pemikiran dan argumentasi yang terdapat di dalam literatur yang relevan dengan pembahasan. Oleh karena itu, data yang akan diambil dan dikaji berasal dari data verbal yang abstrak kualitatif. Sedangkan data yang digunakan antara lain :
1.  Data Primer
Sumber data primer, ialah sumber data yang diperoleh melalui pengamatan dan analisa terhadap literatur-literatur pokok yang dipilih untuk dikaji kembali kesesuaiannya antara teks dengan realitas berdasarkan berbagai macam tinjauan ilmiah.
2. Data Sekunder
Sumber data sekunder, ialah sumber data yang di peroleh dari sumber-sumber bacaan yang mendukung sumber primer yang di anggap relevan, hal tersebut sebagai penyempurnaan bahan penelitian terhadap bahasan dan pemahaman peneliti.
4. Metode Analisis Data
Analisa data secara umum di lakukan dengan cara menghubungkan apa yang di peroleh dari suatu proses kerja awal. hal ini di tujukan untuk memahami data yang terkumpul dari sumber, yang kemudian untuk di ketahui kerangka berfikir peneliti ( Bisri, 2004: 228).
Adapun metode analisis data yang di gunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut:
1. Analisis Reflektif
Metode analisa data yang berpedoman pada cara berfikir reflektif. Pada dasarnya metode ini adalah kombinasi yang kuat antara berfikir deduktif dan induktif atau dengan mendialogkan data teoritik dan data empirik secara bolak balik kritis.
Dalam metode analisa ini peneliti akan memecahkan masalah dengan pengumpulan data-data dan informasi untuk di bandingkan kekurangan dan kelebihan dari setiap literatur atau alternatif tersebut. sehingga pada penyimpulan akan di peroleh data yang rasional dan ilmiah.
2. Content Analisis
Content analisis atau di sebut dengan analisis isi adalah suatu metode untuk memahami wacana atau problem dengan mencari inti dari wacana tersebut. Maka berkenaan dengan pengolahan dan analisis data, content analisis di artikan pula dengan analisis data deskriptif berdasarkan isinya ( Suryabrata, 1998: 85).
Jadi peneliti dalam metode ini akan menganalisa data berdasarkan fenomena yang terjadi dalam perkembangan pendidikan Islam pada masa Rosulullah saw hijrah dari Mekah ke Madinah.
 
  1. F. Sistematika Pembahasan
 Untuk memudahkan gambaran yang jelas dan konkrit dalam pembahasan skripsi ini, maka disusun menjadi lima bab yang masing-masing dirinci secara garis besar dalam sub-sub sebagai beikut :
Bab I         Berisikan tentang Pendahuluan yang mencakup : Latar Belakang Masalah, Tujuan Penelitian, Kerangka Pemikiran, Metode Penelitian dan Sistematika Pembahasan.
Bab II                   Hijrah Nabi Muhammad SAW yang meliputi : Pengertian Hijrah, Landasan Kewajiban Berhijrah dan Latar belakang Hijrah Nabi Muhamad SAW.
Bab III      Konsep Dasar Perkembangan Pendidikan Islam yang meliputi : Konsep Ilmudalam Islam, Sifat Dan Ruang Lingkup Pendidikan Islam, Hakikat Manusia Dalam Praktek Pendidikan Islam dan Konsep Dasar Perkembangan Pendidikan Islam Di Masa Rasulullah SAW.
Bab IV      Deskripsi Tentang Pengaruh Hijrah Nabi Muhammad SAW terhadapPerkembanganPendidikan. Islam yang meliputi : Proses Perjalanan HijrahNabi Muhammad SAW, Kondisi Masyarakat Yasrib Sebelum Kedatangan
Nabi Muhammad SAW, Kondisi Masyarakat Yasrib Sesudah kedatanganNabi Muhammad SAW dan Perkembangan Pendidikan Islam seteleh NabiMuhammad SAW Hijrah.
Bab V      Penutup yang berisikan Kesimpulan dan Saran-Saran.



[1] Wan Abdul Rahman Latif, Sejarah Perkembangan Tamadun Dunia, Kuala Lumpur: Dewan Bahasa & Pustaka, 2001, Hlm. 48.  
[2] H. Zainal Arifin Abbas, Sejarah Dan Perjuangan Nabi Muhammad, Kuala Lumpur: Pustaka Antara, 1966, Hlm. 116-117.  
[3]Ibid.  
[4]H. H., Michal, Senarai 100 Tokoh Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah, Kuala Lumpur: Golden Books Centre Sdh. Bhd., 2004, Hlm. 3.  
[5]Ahmad Sjalabi, Sejarah Dan Kebudayaan Islam, Terjemahan Muctar Jahja, Jakarta: P.T. Djajamurni, 1970, Hlm. 83.  
[6] Zulkifli Mohd. Yusoff & Noor Naemah Abd. Rahman, Biografi Muhammad Bin Abdullah,  Pahang Darul Makmur: PTS Publications & Distributor Sdn. Bhd., 2003, Hlm. 129-130.  
[7]Wan Abdul Rahman Latif, Sejarah Perkembangan Tamadun Dunia, Hlm. 55.